Selasa, 29 November 2011

Cinta Pertama

Malam yang dingin, terdapat sosok di sudut sebuah ruangan, ia sedang mengingat-ingat kejadian yang telah berlalu. Dira namanya ya, itu aku. Disini, di sudut suatu ruangan mengingat-ingat kejadian kurang lebih sekitar dua tahun yang lalu, ketika aku memulai kisah cintaku, dari sini awal mulanya.
Jum'at, 6 Maret 2010
Hari ini aku tidak bersemangat untuk berenang esok hari, entah mengapa. Tetapi salah seorang teman ku, Riski mengatakan bahwa Zaold, lelaki yang sedang menyukaiku ingin membicarakan hal penting denganku, yasudah aku ikut saja, toh sambil menyelam minum air, aku mendapatkan nilai renang ku dan juga bisa ngobrol dengan lelaki yang kuakui aku juga menyukainya. Kemarin saat pulang sekolah, Riski memanggilku "Dira, besok jangan lupa ya! kamu harus ikut. Kamu tidak akan menyesal deh!". "Iya-iya, bisa diatur!" balasku.
Sabtu, 7 Maret 2010
 Keesokan harinya semua berjalan baik, aku berenang dengan teman-temanku, gemericik air membuat suasana tambah mengasyikan, namun ada hal yang membuatku sedikit bad mood, Zaold tidak mengajakku ngobrol dari tadi. Hari sudah mulai gelap namun ia juga belum kunjung menyamparku. Tapi, pada saat menunggu bis jemputan kami di pinggir pantai, aku dipanggil oleh Riski "Din, ikut aku deh!" panggilnya, "Oke" jawabku. Aku mengikutinya, ternyata disana ada Zaold! dia menyapaku,"Hai Dir. Aku mau ngomong sama kamu" sapanya, "Yaudah" jawabku sembari tersenyum. "Dir, aku suka sama kamu. Kamu mau jadi pacar aku?" katanya. Apa? aku sangat tidak menyangkanya! kemudian aku menjawab "Hmmm tapi aku punya 5 permintaan" kataku "Apa?" jawabnya. Tetapi, ketika aku hendak menjawab ada suara yang berteriak dari jauh "Cieee Dira sama Zold berduaan tuh!" ternyata Rina, teman sekelas Zaold. Karena malu aku meninggalkan Zaold dan berkata "Besok aja di sekolah" kataku. Aku merasa tidak enak juga sudah meninggalkannya begitu saja, tapi mau bagaimana lagi? dari pada  mejadi omongan tak sedap.
Senin, 9 Maret 2010
Hari ini tak seperti biasanya, aku merasa sangat gugup, karena nanti aku harus melanjutkan perbicaraanku dengan Zaold. Sepulang sekolah, Riski memanggilku "Dir kedepan sana, Zaold udah nunggu tuh, kasian" panggilnya. "Okedeh" jawabku. Aku mengajak salah seorang sahabatku, Talia namanya "Tal, anterin aku yuk ke depan, nemuin Zaold, malu kalo sendirian" ajakku."Hm.. oke" jawabnya.
Sesampainya di depan sekolah ku, Zaold sudah menunggu! aku menyapanya "Hai!" sapaku, "Hai juga dir" sapanya sembari tersenyum kepadaku.
"Gimana? udah bisa memutuskan?" katanya mencairkan suasana "Udah dong, eh gajadi lima permintaan deh, satu aja" kataku "Apa?" jawabnya singkat."Aku mau jadi pacar kamu, tapi bisa ya, suatu saat nanti tingginya melebihi aku" jawabku "Hahaha, okedeh, tapi intinya mau kan?" tanyanya "Iya, udah dulu ya, mau pulang, sekalian ngasih PJ ke si endut Talia" jawabku "Hahaha oke, hati-hati ya!".
Sesampainya di rumah, hatiku sangat berbunga-bunga. Mungkin ini yang dinamakan "Cinta Pertama". Hari demi hari kulewati bersamanya. Sedih, senang, kecewa, cemburu, dan canda tawa ada dalam hubungan kami.
Hingga suatu saat, kami merayakan ulang tahun hubungan kami yang pertama. Namun, lambat laun, hubungan kami semakin renggang, aku merasa dia sudah tidak peduli terhadapku. Aku lelah, ia begitu cuek dan masa bodoh. Aku jarang diberi kabar olehnya, ia terlalu sibuk dengan dunianya sendiri. Futsal, bola, dan game online mengisi hari-harinya, sedangkan kehadiranku untuknya? Tak tau lah, aku sudah sangat lelah, untuk memikirkan itu. Hinnga, suatu saat aku bertanya kepadanya "Kamu masih sayang kan sama aku?" "Iya, memang kenapa?" jawabnya, "Kalau masih sayang, tolong buktikan" jawabku. "Iya, aku buktikan nanti" jawabnya tak pasti.


 "Cinta tak seindah yang kita banyangkan"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar